Flickr Facebook Pinterest

Tips Memotret Hewan Peliharaan

Gambar.1 - Foto Anak Anjing dan Bola.

Memotret hewan kesayangan, tampaknya semua orang pernah melakukannya, entah memang disengaja atau sekedar iseng. Sepertinya pekerjaan sepele dan gampang bukan?? Bagi yang memiliki hewan peliharaan dirumah, coba saja periksa kumpulan gambar di HP, tablet atau gadget anda. Pasti ada terselip foto hewan hewan peliharaan di dalamnya, entah hewan kesayangan anda sendiri, milik teman, pacar, atau saking menggemaskannya milik tetangga diam diam anda foto hehehehe...

* perhatian: bagi yang di gadgetnya ngga ada terselip satupun foto hewan, mungkin anda salah masuk gan, nggak usah diterusin artikel ini, artinya anda bukan pet lover! :)

Tahukah anda, memotret hewan peliharaan bagi beberapa orang ternyata nggak segampang yang dibayangin, bahkan kadang justru bikin stres pelaku dan objeknya. Mengapa?? Ya tentu saja karena objeknya hewan gan, bukan fotomodel yang bisa mengerti kemauan anda saat diarahkan hehehe..! Nggak percaya?? Monggo silakan bongkar kembali foto2 hewan peliharaan anda... Sudah gan? Bagaimana? Apakah sudah puas dengan hasilnya? Katakanlah kalau dalam prosentase, ada 10, 20 atau 30% hasil foto yang bagus, nah itu artinya kebetulan gan,  tapi tenang aja nggak usah kuatir, kecewa, depresi, tekanan batin atau marah2 sama pet anda. Justru anda normal kok, sebagian besar orang juga begitu, maka silakan lanjutkan membaca artikel ini, saya akan bagikan apa saja yang perlu diperhatikan dalam memotret hewan kesayangan anda laugh  ( Tapi kalau ternyata 150% hasil foto anda sudah dirasa bagus semua, maka silakan tutup artikel ini gan, artinya anda sudah jago banget motret hewan, kalau ada waktu gantian saya yang belajar sama si agan yah hehehehe... *lagian darimana yah kok bisa sampe 150% #tepokjidat )

  1. PERSIAPAN

Memotret hewan ternyata juga butuh persiapan, ada 2 hal paling penting yang harus anda siapkan: Yang pertama KAMERA, yang kedua HEWANnya hehehehe... ya iyalah gimana mau motretnya kalau kamera atau hewannya gak ada coba :p (becanda gan jangan marah, yang abis ini beneran kok...)

Dalam tahap persiapan ini anda sudah harus punya gambaran, tentukan lokasi yang familiar bagi hewan peliharaan anda. Apakah outdoor atau indoor, menggunakan natural light seperti sinar matahari ataukah dengan tambahan artificial light dengan bantuan flash kamera misalnya. Pemilihan lokasi yang familiar, artinya dikenal betul oleh hewan peliharaan anda sangat penting, karena berdasarkan pengalaman saya hewan kesayangan anda akan lebih rileks dan menunjukkan karakter yang sebenarnya saat dia merasa aman dan nyaman di lingkungan teritorialnya sendiri. (Jadi bila anda punya kucing manis dan lucu, jangan pilih lokasi memotretnya di tengah2 pasar ikan ya gan, kucingnya mungkin berterimakasih tapi anda bakalan stress, penjual ikannya juga, kasian deh :p) Dalam beberapa kasus yang pernah saya alami si hewan akan menunjukkan tanda2 stress dan tidak nyaman bila 'terpaksa' dipotret di lokasi yang asing bagi dia, ditambah lagi bila menggunakan alat2 yang berpotensi mengejutkan mereka, studio lighting misalnya, lengkaplah sudah penderitaan hewan peliharaan anda.

Selanjutnya bila lokasi sudah anda pikirkan, maka berikutnya adalah persiapkan hewan anda. kucing atau anjing mungkin sebelumnya bisa dibawa ke salon, grooming atau paling tidak dimandiin dulu lah, anda kan juga nggak mau binatang kesayangan anda terlihat kuyu, kurang gizi atau tak terurus dalam foto nantinya kan. Kecuali anda emang penyuka aliran konseptual dan kepengen motret hewan dengan tema 'penderitaan hidup seekor hewan peliharaan' hehehe...

Gambar.2 - Hewan peliharaan dan Kamera. Memotret hewan peliharaan butuh persiapan, bukan hanya soal hewan dan kameranya saja.

  • Outdoor

Bila lokasi outdoor menjadi pilihan anda (ini juga pilihan utama saya), sebelum mulai memotret ajak hewan anda berjalan-jalan santai, atau sekedar bermain ringan di sekitar tempat tersebut. Pilih lokasi yang tidak terlalu ramai atau cenderung sepi gan, jangan motret di tengah lapangan bola RT/RW pas jam anak2 lagi main bola, susah gan asli!! Buat mereka serileks mungkin kalau perlu bawa mainan favorit mereka,  untuk anjing atau kucing mungkin bola kesayangan atau bantal favorit mereka bisa anda sertakan. Intinya buat mereka nyaman, ga perlu waktu berlama-lama, secukupnya saja, belai, puji atau apapun yang biasa anda lakukan untuk menyenangkan mereka.  Hewan yang merasa nyaman akan menghasilkan foto yang berkesan cenderung natural, nggak dibuat buat dan tampak alami. Anda pasti nggak ingin Rottweiler tangguh anda terlihat kikuk dan lucu macam chihuahua dalam foto kan? Atau sebaliknya Minipom kesayangan anda terlihat menyeramkan dengan gigi menyeringai saat dipotret kan?

Waktu juga memegang peranan penting dalam pemotretan outdoor dengan mengandalkan cahaya matahari sebagai sumber cahaya utama (main light). Waktu favorit saya untuk pemotretan outdoor pada pagi hari antara pukul 08.00-10.00 dan di sore hari sekitar pukul 15.00-17.00. Mengapa waktu tersebut penting?? Well, nggak banyak yang memperhatikan kalau di waktu2 tersebut cahaya matahari sedang 'indah-indahnya' untuk pemotretan, cahayanya lembut, ambience lightnya bagus dan bayangan yang timbul juga nggak terlalu keras seperti saat matahari tepat diatas ubun-ubun kita. Ini akan menciptakan kesan yang berbeda! (selain itu memotret saat tengah hari bikin gak nyaman gan, keringet yang jatuh sejagung-jagung belum lagi napas memburu dan ngos-ngosan, niat hati ingin memotret hewan kesayangan, berahirnya malah di tukang es degan, setidaknya untuk yang punya ukuran tubuh seperti saya begitu hahaha..)

Dalam pemotretan outdoor anda bisa lebih bebas mengeksplorasi background, pilih background yang kontras, menarik dan terkesan dinamis. Misalnya anda memotret kucing putih bersih, maka carilah background berupa semak atau rimbunan tanaman perdu atau rumput yang berwarna hijau cerah (ya iyalah, mana ada rumput berwarna hitam :p), bisa dipadukan dengan bunga berwarna merah atau kuning yang ada di sekelilingnya. Background juga mempengaruhi hasil pemotretan gan. pilihan background yang tepat akan manjadikan foto anda berkesan! Sekali lagi perhatikan background nya saat anda memotret. Jangan mentang2 anda penyuka warna hitam terus maunya motret kucing hitam kesayangan diatas kursi berwarna hitam, lengkap dengan alas karpet beludru hitam dan background batu hitam saat gerhana bulan di malam hari (#astaga!). Gak akan bagus gan, paling kalo anda beruntung dapet matanya doank, lagian kasian kameranya cari cari fokus sampe capek :)

Gambar.3 - Outdoor. Perhatikan keseimbangan setiap elemen, foreground, background dan point of interestnya.

  • INDOOR

Di dalam ruangan anda harus pandai-pandai memanfaatkan space yang tersedia, misalnya di sofa, kamar ataupun di area ruang keluarga. Pada prinsipnya tempat apapun bisa anda manfaatkan. Dalam beberapa kasus memotret dalam ruangan bisa jadi lebih menantang daripada di luar ruangan, misalnya kondisi pencahayaan yang jauh berbeda dibanding di luar ruangan dan sebagainya.

Bila anda masih mengandalkan natural light tanpa mau repot-repot menggunakan sumber cahaya buatan seperti flash kamera misalnya, maka pilihannya adalah mencari tempat yang sedekat mungkin dengan sumber cahaya alami. Di dekat jendela, pintu yang menghadap ke taman bisa digunakan saat siang hari, ataupun di area yang disinari lampu gantung saat malam hari misalnya, adalah pilihan tepat. Tempat tempat lain juga layak dieksplorasi, jangan batasi diri anda pada lokasi-lokasi tertentu yang sudah  biasa, bereksperimen dengan lokasi yang baru juga layak dipertimbangkan.

Sama halnya dengan pemotretan di luar ruang, pilihan background juga merupakan hal yang harus diperhatikan. Bedanya, di dalam ruangan pilihannya menjadi terbatas karena space yang relatif lebih sempit, artinya andapun dituntut lebih kreatif memanfaatkan luas ruangan yang tersedia. Namun ini bukan halangan, manfaatkan properti yang anda miliki. Background seperti corak wallpaper, bata ekspos pada dinding rumah, ataupun guratan kayu pada pintu kitchen set, ambalan atau furniture anda layak dicoba sebagai background.

Keuntungan memotret dalam ruangan adalah hasil foto anda akan terlihat lebih akrab dan hangat, selain tentu saja hewan peliharaan anda tidak seaktif saat berada di luar ruangan. Ini artinya anda bisa memanfaatkannya untuk 'berpose' lebih maksimal.

Gambar.4 - Indoor. Memotret indoor dengan available light kadang lebih menantang, bermainlah dengan imajinasi dan kreatifitas anda, manfaatkan space, properti atau apapun yang bisa anda pikirkan. Jangan takut bereksperimen di setiap sudut rumah anda.

 

  1. MEMOTRET HEWAN

Setelah semua tahap persiapan sudah dilakukan kini anda bisa mulai bereksplorasi dan bereksperimen memotret hewan kesayangan anda. Berikut beberapa tips (mungkin juga trick) yang bisa anda gunakan.

  1. Kenali karakter peliharaan anda, memotret hewan peliharaan nggak cuma masalah anda memiliki kamera (baik itu kamera gadget, pocket kamera, atau bahkan slr sekalipun) dan anda memiliki peliharaan yang akan dipotret. Coba gali lebih dalam karakter peliharaan anda, apakah seekor anjing penjaga yang tangguh, toy dog yang manis dan menggemaskan, atau kucing yang lucu dan genit bahkan mungkin seekor reptil yang pendiam. Potretlah dalam image yang mewakili karakter peliharaan anda tersebut.
  2. Lakukan pendekatan, kedekatan emosional dengan peliharaan ini penting untuk membangun feel atau mood memotret. Saya pribadi terbiasa melakukan 'ritual' pendekatan dan membangun keakraban terlebih dahulu dengan hewan peliharaan yang akan saya potret (selain dengan ownernya juga tentu saja hehehe...), sambil menafsirkan karakter mereka. Biarkan ia mengendus, mancari tahu bahkan kadang memuaskan rasa penasaran dan ingin tahunya pada peralatan yang anda bawa. Biarkan ia tahu peralatan anda tidak akan menyakiti mereka. Cara ini terbukti ampuh biasanya.
  3. Gambar.5 - Bermain dengan emosi. Melihat foto ini anda nggak perlu saya beritahu bahwa si owner dalam foto sayang banget pada puppynya bukan?.

  4. Sebisa mungkin gunakan pencahayaan alami, bila tidak sangat terpaksa menggunakan sumber cahaya buatan adalah hal yang saya hindari dalam memotret hewan peliharaan. Mengapa?? Pertama karena akan memberikan efek yang lebih alami, meskipun itu berarti dalam kasus-kasus tertentu membuat kita yang harus memutar otak dengan sumber cahaya alami yang kadang terbatas. Yang kedua penggunaan artificial light semacam flash atau studio lighting dapat membuat peliharaan kita terkejut, stress atau tidak nyaman. Ini yang berusaha saya minimalkan.
  5. Gambar.6 - Main Catur. Foto ini saya ambil menggunakan lampu studio, dalam beberapa kasus penggunaan artificial light harus dilakukan dengan berhati-hati supaya tidak mengejutkan pet anda.

  6. Gunakan mode auto fokus kontinyu, bila kamera anda memiliki fitur ini, maka ini adalah pilihan terbaik dalam memotret hewan. Dalam beberapa merk fitur ini dikenal dengan mode C-AF atau Servo di merk lainnya. Intinya kamera akan mengunci fokus di suatu titik yang anda pilih pada objek, dan kemanapun si objek bergerak kamera tetap akan fokus pada satu titik tersebut. Saya jelaskan alasannya secara sederhana, hewan kadang suka melakukan gerakan nggak terduga, kadang lagi enak-enak berjemur tiba2 mereka akan berlarian, dsb nya. Mode autofokus kontinyu ini akan meminimalkan kamera anda salah fokus, out of focus atau sejenisnya.
  7. Gunakan countinous shot, hampir sama seperti diatas, bila kamera anda memiliki fitur pengaturan manual kemungkinan fitur ini akan bisa anda gunakan. Gampangnya dengan menggunakan mode ini selama jari anda menekan tombol shutter pada kamera, maka kamera tetap akan merekam gambar secara berkesinambungan. Ini sangat berguna bila anda bermaksud mengambil gambar peliharaan yang sedang melakukan aksi tertentu, berlari atau melompat misalnya.
  8. Gambar.7 - Memanjat Pagar. Foto ini saya ambil dengan menggunakan trik seperti pada point 4 dan 5 diatas.

  9. Mata jendela jiwa, salah satu trik favorit saya dalam melakukan pemotretan hewan peliharaan adalah mengunci fokus kamera pada mata. Kalaupun saya harus membuat blur bagian lain (entah karena kurangnya sumber cahaya alami, atau memang tuntutan situasi dan kondisi pemotretan), maka mata adalah pilihan yang akan tetap saya biarkan tajam. Saya percaya ungkapan 'mata jendela jiwa' juga berlaku untuk hewan. Dari matanya anda bisa bercerita banyak :D
  10. Pandang dunia dengan perspektif mereka, kita terbiasa melihat peliharaan dari sudut pandang kita sendiri. Mengapa tidak mencoba melihat dari sudut pandang mereka. Buat angle yang lebih rendah sejajar dengan mata mereka, jongkok bila perlu atau 'ndelosor' dibawah juga nggak dosa kok hehehe... Ingat point kedua yang saya paparkan soal membangun kedekatan dengan objek foto kita? ini juga sama, foto yang dihasilkan dengan angle sejajar dengan mata objek hewan peliharaan kita juga akan membangun kesan yang akrab, intim dan bersahabat. Bila kita mengambil dengan angle yang lebih rendah lagi, kesan yang terbangun adalah hewan yang kuat, tangguh dan perkasa, silakan coba berbagai angle yang bisa dieksplore, jangan terpaku pada angle biasa-biasa saja yang akan menghasilkan foto yang juga biasa-biasa saja.
  11. Gambar.8 - Low Angle. Sudut pengambilan gambar yang sejajar dengan mata objek akan menghasilkan gambar yang berkesan akrab, intim dan bersahabat.

  12. Sabar, satu kata ini bener bener menantang gan, berapa banyak moment bagus yang ngak sempat terekam kamera dan terjadi begitu saja saat kita sudah memutar kamera di tombol off?? Point ini berhubungan erat dengan point pertama dan kedua tadi. Maksud saya bila anda terhubung secara emosional dengan peliharaan anda, anda juga mengerti karakter mereka. maka sedikit banyak anda bisa memprediksi perilaku mereka. Misalnya anjing anda punya kebiasaan setelah buang air dia akan mengibas-kibaskan kepala dan tubuhnya. Nah kenapa nggak coba biarkan saja dia berkeliaran dan buang air (maaf), sambil tetap meletakkan mata di kamera dan telunjuk di tombol shutter??? Tunngu dengan sabar sampai ia selesai dengan keperluan pribadinya dan mulailah mengambil gambar saat ia mengibas-ibaskan badannya dengan cara seperti point 4 dan 5 diatas :D Foto dibawah ini saya ambil dengan cara seperti diatas. Saya tahu kebiasaan anjing saya, kalau mengantuk biasanya ia akan sibuk menjilati kuku tangan, naik ke atas sofa dan menguap lebar2 kadang sambil melenguh puas hehehehe... Saat saya melihat tanda2 seperti itu saya siap dengan kamera sudah terarah dan... Foila!!!! Saya dapat moment yang saya ga bakal mungkin bisa suruh ia melakukannya dengan perintah apapun :)
  13. Gambar.9 - Funny Face. Foto ini saya ambil sesaat setelah anjing saya menguap lebar-lebar, setelah sebelumnya saya amati kebiasaannya.

  14. Fill the frame, trik ini ampuh untuk segala suasana, katakanlah anda ada di situasi yang nggak ada background bagus, nggak ada sesuatu yang menarik sama sekali buat dieksplorasi (meskipun kenyataannya kalau kita mau berpikir kreatif sangat jarang terjadi kasus begini). Maka cobalah berpikir untuk memenuhi frame kita dengan objek, dekati peliharaan kita, rekam ekspresi wajahnya dengan kondisi close up, hewan adalah mahkluk paling jujur gan, wajah dan ekspresinya bener-bener asli apa adanya. Atau coba hanya meng close up matanya, atau mata dan hidungnya atau secara ekstrem mungkin tapak kakinya. Silakan berkreasi dengan bebas, toh kalau hasilnya jelek anda bisa mengulanginya atau mengganti fotonya.
  15. Kejutkan mereka, maksud saya bukan dikejutkan sampai mereka lari tunggang langgang. Seperti tadi saya singgung diatas, ekspresi hewan adalah ekspresi kejujuran, mereka nggak bisa menipu. Saat mereka dikejutkan maka kita kadang akan mendapatkan ekspresi yang nggak biasa, macam-macam, mulai wajah menyeringai, memamerkan gigi atau pun wajah takut. itu semua bisa anda pertimbangkan untuk dipotret. Sebagai contoh, anjing saya punya kebiasaan selalu pasang ekspresi galak dan waspada saat ada yang bilang kata "Tikus" atau "Kucing". Nah ini sering saya manfaatkan, kadang saya sudah siap dengan kamera terarah dan fokus terkunci di wajahnya sesaat saya teriak. "Tikus!!!" Saat ia siaga dengan pandangan waspada, telinga ditarik dan mata membulat, saya tekan tombol shutter beberapa kali. Satu atau dua detik kemudian ia sudah hilang dari tempatnya, namun saya sempat merekam ekspresi wajahnya. Menarik bukan :)
  16. Gambar.10 - Serius. Karena anjing ini jarang bisa serius, selalu nyengir kuda biasanya, maka foto ini saya ambil dengan teknik "tikus" dan "kucing" diatas :).

  17. Komposisi, ada banyak aturan dasar komposisi namun disini saya coba bagikan aturan paling sederhana dan mendasar dalam komposisi yang disebut "Rule of Thirds" atau aturan pertigaan. Saat anda hendak memotret, coba bayangkan dalam pikiran anda sebuah frame yang dibagi 3 dengan garis imajiner sehingga sama besar pada panjangnya, begitu pula lebarnya (nggak usah bener-bener persis gan, cukup dikira2 dengan feeling aja atau dalam beberapa kamera sudah disediakan garis panduan di layar, biasa disebut grid line. Nah itu garis fungsinya buat memandu anda mengatur komposisi gan, bukannya si pencipta kamera anda iseng kurang kerjaan :p). Setelah itu tempatkan elemen paling penting atau point of interest anda pada salah satu perpotongan dari garis-garis imajiner tadi. Hal ini membuat foto anda lebih balance dan natural, selain itu banyak studi menunjukkan pandangan orang normal biasanya akan langsung tertuju pada salah satu titik perpotongan imajiner tersebut ketimbang ke tengah gambar gan. Nah ini anehnya, orang awam suka banget motret apapun juga dengan menempatkan point of interestnya pas di tengah2, ya nggak knapa2 juga sih cuma ya jangan gitu gitu juga terus, lagian kenapa mesti di tengah terus hehehe... (Note: Jangan tanya saya kenapa bisa begitu ya, sumpah!!! saya gak ikutan bikin studi dan penelitian soal itu gan!). Kalau susah dibayangin saya bantuin dengan gambar di bawah ini, mungkin bisa menjelaskan lebih gamblang. Selain itu seperti sudah saya singgung diatas, tetap perhatikan keseimbangan setiap elemen dalam foto seperti background, foreground dan point of interestnya. Namun tetap saja gan, jangan selalu terpancang pada aturan baku. Sama seperti kata eyang saya Ansel Adams, "There are no rules for good photographs, there are only good photographs!", berhubung inggris saya gak bagus artinya kira2 "aturan dibikin buat dilanggar" gitu kali ya hehe..(#maksabanget). Jadi silakan mencoba dan berkreasi sesuka hati gan, silaken... :)
  18. Gambar.11 - Rule of Third. Tempatkan point of interest atau objek utama foto anda pada salah satu perpotongan dari garis-garis imajiner yang terbentuk.

    Gambar.12 - Background dan Foreground. Ini gambar yang sama dengan Gambar.10 diatas, perhatikan keseimbangan background, foreground dan point of interestnya.

Demikian tips memotret hewan peliharaan yang saya bagikan, bila anda merasa bermanfaat silakan share atau bagikan pada man teman sesama pet lover. Tanpa bermaksud menggurui siapapun, bila and merasa memiliki cara2 lain yang dianggap lebih mudah silakan jangan ikuti tips saya gan. Saya hanya berniat membagikan sedikit yang saya tahu berdasarkan pengalaman saya sebagai pet photographer. Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca artikel ini, bila anda berkenan silakan membongkar kumpulan artikel seputar pet photography di menu "ARSIP" dibawah ini. Again... Thank You agan agan... enjoy your day, enjoy your pet :)

Sidoarjo, 04 Maret 2014

LIHAT ARSIP NEWS LAINNYA DISINI